Tisha menatap gedung sekolahnya dengan jantung yang berdegup kencang. Ia begitu gugup untuk melangkah masuk ke dalam. Berbagai pikiran buruk tentang reaksi anak-anak sekolahnya terus berkecamuk didalam kepalanya. Namun ia sudah terlanjur berjanji pada Garlan dan Giovanni untuk masuk hari ini dan tidak akan pernah membolos lagi. Tisha akhirnya mulai menggerakan kakinya untuk masuk ke dalam gedung sekolahnya. Dengan kepala tertunduk, Tisha berjalan melewati lorong sekolahnya. Ia enggan menyapa atau sekedar melihat orang-orang yang ia temui disepanjang jalan menuju kelasnya. Ia lebih memilih melangkahkan kakinya lebih cepat agar bisa segera sampai. Tisha masih tetap menundukan kepala ketika ia telah tiba di kelasnya. Ia berjalan sambil mengabaikan tatapan kaget teman-temannya, termasuk Kayl

