Tisha menghela nafas dan menyiapkan mental sebelum membuka pintu gerbang rumah Garlan. Rasanya ia seperti akan masuk ke kandang hewan buas. Garlan memang cukup menyeramkan di mata Tisha. Apalagi pria itu tak pernah ramah padanya. Tisha tidak bisa membayangkan bagaimana sikap Garlan sebagai majikannya. Walaupun dengan penuh kecemasan, Tisha akhirnya memberanikan diri untuk melangkahkan kaki masuk ke dalam. Ia tersenyum dan memberi salam pada security yang membukakan gerbang untuknya. Kemudian ia berjalan pelan menyusuri jalan yang membelah taman menuju pintu masuk rumah. Dari Luar, rumah itu sudah terlihat megah dan mewah. Rumah dengan design klasik bak istana eropa dan berlantai tiga, cukup membuat Tisha terpana. Ia dapat membayangkan betapa kayanya keluarga Garlan. Tisha begitu mengagum

