[12] Pengakuan Jujur Tala

1345 Kata

  Kesadaran baru saja datang kepada Tita. Ia memukul-mukul dadanya yang terasa sesak.  Tala meminta Tita tetap di dalam dan lelaki itu sendirian menemui Ibu Diyas. Apa yang telah dia lakukan? Apa yang akan dipikirkan ibu setelah kejadian tadi?   Buliran hangat yang telah lama tidak hadir kini mulai mengalir di wajahnya. Tita menyesal karena kerja tidak menggunakan otak. Ia akan kikis habis bulu-bulu di tangannya yang Tala bilang penyebab tingginya nafsunya. Kenapa dia tidak menolak scene terlarang itu sejak awal?   Tidak berapa lama Tala kembali dengan menggendong Celita. Lelaki itu melihat kepada Tita sebelum membaringkan Celita di tempat tidur. Tala mengacak poni gadis kecil Tita kemudian mencubit ringan pipinya.   ”Nangis kenapa sih, hey?” panggil Tala di depan wajah Tita.   H

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN