Batu Basa, Sumbar, Maret 2017 ”Tita, Tita! Itu siapa sih yang sering jemput kamu?” Wajah Tita bersemu. Gadis ayu itu memilin-milin tas selempang ungunya. ”Dia itu mahasiswa dari Pekanbaru.” ”Namanya siapa? Siapanya kamu memangnya sering ke sekolah?” sambar gadis lain yang berjalan bersama Tita menuju gerbang sekolah. Ketiga gadis itu melirik malu-malu kepada seorang pemuda dengan kemeja berantakan tetapi terlihat seksi. Celana bahan berwarna hitam dibelit oleh gesper mengintip di balik kemeja urakannya. ”Jangan kencang-kencang, enggak enak sama Bang Tala,” peringat Tita sehingga kedua temannya menganga. ”Jadi namanya Tala! Keren banget!” seru si gadis yang berjalan di kanan Tita. ”Cetita!” panggil Tala sambil melambaikan tangan kepada Tita. ”Ah, udah enggak s

