Tala kembali ke rumah pukul enam pagi. Haliza telah membuka rolling door. Perempuan itu tersenyum kecil saat Tala turun dari mobil. Lelaki berkemeja hitam itu langsung masuk ke kamar untuk membersihkan diri dan mengganti pakaian kerja. Dia tidak menghiraukan ketiadaan Celita dan Cetita. Lelaki itu melirik tempat sepatu Tita yang masih penuh oleh heels bermacam ukuran. Dia meletakkan rak sepatu itu ke lantai atas di dekat pintu. Pergi ke dapur, dia tidak menemukan masakan seperti biasa. Ia terus mengambil tas dan sepatu kemudian menemui Haliza di toko. ”Tita mana?” ”Rumah Bu Diyas.” Haliza menjawab singkat. Jika ia jawab Tita pulang ke Batu Basa bersama Abi, Tala pasti akan bertanya kenapa dan seterusnya. Dia harap Bu Diyas bisa menceritakan. Lelaki itu berkata ‘ya sudah’ la

