Maaf ya pagi teman-teman yang sudah membaca selama ini dibuat bingung dengan chapter ini. Sebetulnya part ini adalah bab terakhir. Entah kenapa dia bisa nyelip di sini dan dia ini tidak bisa dihapus. Maka saya pun mengakalinya memindahkan bab asli ke paling bawah dan bab ini saya isi dengan bab sebelumnya, silahkan dilewatin aja. Tala terlihat begitu semangat saat meninggalkan ruangan sehingga memancing tanya Yoga. ”Ada apa, Bang? Senangnya bagi-bagi dong.” ”Ga, kira-kira hadiah uang tahun yang bagus apa? Harus yang berkesan.” ”Tergantung buat siapanya. Untuk teman, laki-kaki, perempuan, ayah, ibu, anak, atau istri, atau pacar?” ”Cetita.” ”Ha! Istrinya pernah dikasih cincin? Gelang? Kalung? Dia suka apa? Benda yang sederhana dari Bang Tala pasti bikin dia terkesan.”

