[35] Menjemput Pulang

1570 Kata

  Tala terlihat begitu semangat saat meninggalkan ruangan sehingga memancing tanya Yoga.   ”Ada apa, Bang? Senangnya bagi-bagi dong.”   ”Ga, kira-kira hadiah uang tahun yang bagus apa? Harus yang berkesan.”   ”Tergantung buat siapanya. Untuk teman, laki-kaki, perempuan, ayah, ibu, anak, atau istri, atau pacar?”   ”Cetita.”   ”Ha! Istrinya pernah dikasih cincin? Gelang? Kalung? Dia suka apa? Benda yang sederhana dari Bang Tala pasti bikin dia terkesan.”   ”Thanks, Bro.” Tala berjalan ke mobilnya lalu mencari buku tabungan di dashboard. ”Lumayan,” gumamnya.   Ia melaju santai bersama kendaraan lain. Tita bilang Tala harus naik pukul delapan bukan? Dia mengetuk-ngetukkan jemari saat berada dalam antrean lampu merah. Ia memperhatikan mobil-mobil yang berada di jalur yang sama de

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN