[41] Meninggalkanmu

1552 Kata

Tita bermain dengan Celita di ruang tengah. Dia ke lemari es mengambil sarabi buatan Tina untuk Celi.   ”Mbul, Mbul makan yang banyak. Mau makan, ya, makan aja sesukanya. Kita enggak miskin kayak bapak kamu. Cuma orang miskin dan pelit yang ngelarang kita gemuk karena takut enggak bisa kasih makan.”   Tina tidak dapat mendiamkan lagi. Air matanya yang belum mengering kini mengalir lagi. Anaknya sendiri menghina menantunya yang kini sedang berjuang hidup di ICU. Tina pulang untuk mengambil pakaian hangat untuknya dan Dazwar yang akan menemani si menantu di rumah sakit. Ia menarik tangan Tita masuk kamar setelah memastikan Celita aman ditinggal sendirian.   Perempuan itu mengguncang-guncang tubuh Tita, ”Kamu merasa lebih hebat dari Tuhan hah? Kamu enggak bisa memberi maaf pada suamimu?

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN