”Saya mengundurkan diri, Pak Levi.” Tala menyerahkan sebuah surat di atas meja atasannya. ”Sebelumnya terima kasih banyak atas kemurahan hati Bapak pada karyawan seperti saya.” ”Kamu dapat pekerjaan lain, Tala?” Tala menggeleng. ”Lantas?” Lelaki itu meraup banyak udara bebas. ”Saya tidak tahu berapa lama akan pergi. Mungkin akan pindah juga mungkin nanti tidak bisa berdiri lagi. Boleh saya minta satu lagi, Pak?” Levi melipat tangan di d**a. ”Bicara aja.” ”Saya sebenarnya pacar Syerin, tunangan Pak Levi. Sebuah kebodohan yang sudah saya lakukan. Cetita ... dia istri saya. Saya menikahi dia beberapa tahun yang lalu.” Bagian itu terdengar seperti lelucon yang diucapkan dengan serius. Levi berada antara rasa percaya tak percaya. Melihat Tala yang tidak berca

