[39] Pertemuan yang Kuimpikan Kini Jadi Kenyataan

1838 Kata

  ”Pergi pergi,” ucap Tita kegirangan. Dia memakai baju lapang agar aktivitasnya tidak terbatasi.   ”Jangan buat ulah di sana. Indra itu teman Abang.”   ”Anjani temannya Tita. Tita juga diundang kok. Karena ada abang jomblo makanya Tita perginya sama Abang.”   Perempuan itu meninggalkan kamar Abi berlari ke ruang tengah tempat ayah, ibu, dan putrinya berkumpul.   ”Celi nanti Mama bawain kue enak. Di rumah sama nenek kakek, ya. Mama mau pacaran sama Om Abi.” Perempuan itu tertawa. Dipangkunya anak pertamanya itu sambil diciuminya dengan gemas pipi tembam si anak. ”Terasa ’kan ada adek di dalam. Ciye udah besar, udah mau ada adeknya. Celi nanti jadi kakak yang baik, ya. Ajakin adeknya main waktu Mama kerja.”   ”Ayo, Dek. Berangkat.”   Abi dengan setelan batik seragaman dengan Ti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN