Sebulan lamanya Nagita menjalani aktivitas barunya. Setiap pagi gadis itu harus berkeringat mencari sarapan untuk Juventus. Dan sepanjang hari dengan bersungut-sungut ia melaksanakan perintah lelaki itu. Akibatnya Nagita jadi jarang berkumpul dengan sahabat-sahabatnya. “Jupri!” Nagita memekik di telinga Juventus yang sedang tidur. Saat ini mereka berada di atap gedung kampus. Setelah mendapatkan makanan pesanan Juventus, lelaki itu meminta Nagita naik ke atap gedung hingga sudah dua jam mereka berada di sini. Nagita masih menunggu Juventus memenuhi janjinya. “Jupri bangun!” Nagita mengguncang-guncang bahu Juventus. Lelaki itu masih tidak terusik, sepertinya dia sengaja. Oleh karena itu, Nagita berniat akan mengerjai balik lelaki songong itu. Nagita beranjak dari lantai tempat Juventus

