“Enak banget, ya bun? Asli deh, ini aku nambah terus.” Reina yang tengah menikmati semangkuk soto daging yang dibuatkan ibu mertuanya tersenyum lebar. Tak henti-hentinya memuji masakan mertuanya itu. Dia bahkan sudah makan masakan tersebut beberapa kali dan ini sudah mangkuk ketiganya dalam beberapa jam ini. “Kamu tuh, ya, Rein. Bunda senang banget lihatnya. Makannya lahap. Bersyukur banget bunda.” ucap Shara, dia tersenyum senang. “Beruntungnya kamu, gak mual-mual apalagi sampai muntah. Waktu bunda dulu hamil Raka, aduh... itu bunda muntah setiap saat. Cium bau apapun, pasti muntah. Gak selera makan juga, soalnya baru aja makanan mau masuk. Bunda udah gak kuat sama aromanya, udah mau di muntahin aja.” Reina tersenyum mendengarnya, “Iya, bun. Reina juga bersyukur. Aku sih makanan apa

