Reina mengusap-usap rambutnya yang masih basah itu, dia langsung berdiri didepan cermin meja rias dan berdecak pelan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, tak percaya melihat hasil karya Rakabumi di beberapa bagian tubuhnya. “Dasar, Bumi. Udah dibilangin jangan ninggalin jejak, tapi tetap aja dilakuin.” ucap Reina, dia mulai mengambil hair dryer dari laci kemudian menyambungkannya dengan stop kontak yang ada disini. “Kan gue juga yang repot nutupin nya. Gak ditutupin, malu dilihatnya, nanti dikira pamer lagi.” Reina mulai mengeringkan rambutnya, tak lupa juga dia memberikan vitamin setelahnya agar rambutnya tetap terjaga dan terawat tentunya. Dia kemudian beralih mengambil concealer untuk menutupi beberapa kissmark yang diberikan Rakabumi, terutama di bagian lehernya yang tentu akan t

