“Rein, dengerin saya dulu. Reina!” Reina langsung menghempaskan tangannya yang dicekal Rakabumi, ditatapnya pilu pria itu dengan kekecewaan yang tersirat jelas di matanya yang kini sudah berlinang air mata sejak tadi. Rakabumi menghela napas gusar, merasa bersalah kini melihat kekecewaan yang ditunjukkan Reina padanya. Rakabumi menyesal menyembunyikan ini semua. Rakabumi melangkah, mendekat pada Reina namun perempuan itu justru melangkah mundur. Semakin Rakabumi mendekat, maka semakin menjauh lah Reina. “Rein,” Reina menggeleng pelan, menghapus dengan cepat air mata yang mengalir di pipinya kini. Dia mengalihkan atensinya sejenak, tak banyak orang disini. Dia kembali menatap Rakabumi, kembali menggeleng tak percaya. “Aku gak tahu, salah aku dimana. Tapi, apa harus kamu nyakitin aku k

