Tak pernah ada yang membuat perasaan Jeffrey terluka dan sakit sedalam ini. Tak pernah ada satupun yang berhasil mengganggu pikirannya, menginvasi dirinya hingga mengabaikan pekerjaannya. Tak pernah ada. Tapi ... hanya dengan dua kalimat yang Zeta layangkan ia seolah kehilangan segalanya. Ia kehilangan pikiran rasionalnya, ia kehilangan harapan, ia kehilangan kebahagiaan dan ... ia merasa ia mulai kehilangan dirinya. “Aku kecewa padamu Jeffrey. Aku kecewa! Aku membencimu!!!!” Kalimat benci itu, kalimat yang disertai dengan tatapan penuh kebencian itu benar-benar membuat jantungnya serasa terjatuh. Dadanya menganga, bagai dilubangi. Hatinya mencelos, kosong seolah benar-benar tak ada lagi harapan yang tersisa. Jeffrey memijit keningnya yang masih terasa begitu pening. Hatiny

