Arka memarkir mobil Range Rover miliknya di depan sebuah pemukiman kumu. Setelah mesin mobil berhenti Arka pun memutuskan turun dari mobilnya. Beberapa orang begitu terpanah memandangi Arka yang berjalan di hadapan mereka. Arka pun tak memperdulikan cemooh orang-orang tersebut hingga akhirnya ia berhenti di sebuah rumah petak yang sangat kecil dan kumu. Arka menghela napas senjenak demi mengumpulkan sisa-sisa keberaninyaanya. Setelah beberapa kali Arka mengetuk pintu rumah ini akhirnya pintu ini pun terbuka. “Nak Arka?” sambut Nenek “Selama sore Nek.” Arka mencium punggung milik Nenek Ani, “Maaf Arka baru sempat buat mampir ke rumah nenek.” Nenek Ani tersenyum, walau baru beberapa hari mengenal Arka Nenek Ani seperti menemukan sosok Kana yang hilang dalam diri Arka. Hangat, dermawan, ba

