Arka masih terus memikirkan bagaimana ia bisa menjalani ketiga syarat dari Kana itu. Menemui Papa dan Ayah Kana, bagaimana rupa kedua-nya? Apa mereka segalak Dana? Menakhlukan hati Eyang Mama serta Ibu Kana, memangnya Arka mau menikah dengan mereka apa sampai-sampai ia harus menakhlukan hati mereka. Membantu teman Kana ikhlas karena Tuhan? Bisakah? “Kak Arka!” seru Maurine membuat Arka kembali tersadar. “Ada apa?” Maurine mendekati Arka sembari membawa banyak file di tangannya, “Tolong tanda tangani ini!” Arka tersenyum kecut. Semenjak sebulan yang lalu Daddy-nya memutuskan pesiun dini semua tanggung jawab mengenai peusahaan mereka dilimpahkan kepada Arka, dan Maurine semakin besar kepala dengan status sebagai sekretaris direktur utama yang ia sandang saat ini. “Bisa nanti aja nggak?”

