Sebuah cake warna-warni bak pelangi dibuka Harun dari kotaknya. Pun Musa, Queensha dan Raja menanti penuh antusias. Kedua anak dari Dokter Harun ini sangat kompak dengan sang paman. Ketiganya kini menampakkan pose yang sama. Mata bulat dan mulut yang sedikit terbuka menanti kue tersebut mendarat di piring mereka masing-masing. Dokter Harun berdecak heran melihat tiga manusia itu. Disisi lain, mereka memang sangat menggemaskan, tak terkecuali sang adik sepupu—Musa. Entah makanan apa yang membuatnya tetap imut di usia 35 tahun. Harun memang terlambat memberikannya hadiah, sebab terlalu banyak pekerjaan. Ia tak sempat. Dan akhirnya memilih waktu dimana Harun bisa mengunjungi Musa beserta dua anaknya. “Tiup, Musa!” Titah Dokter Harun saat ia s

