33. Demi Raga Yang Lain

1472 Kata

            Suara tangis seorang anak laki-laki itu menyeruak ke seluruh ruang isolasi. Ia tak hentinya menangis kala harus terpisah dari orang tuanya karena terpapar Covid-19. Normalnya jika seorang anak sedang sakit, orang tua tak pernah berpaling dari sisinya. Tapi tidak untuk seorang anak yang terpapar sakit yang tak kasat mata ini. Virus yang memiliki tingkat penularan tinggi ini membuat siapapun yang terpapar, tak dapat ditemani, tak bisa dijenguk siapapun. Hanya ada dokter dan perawat yang senantiasa mengurus dan tetap tinggal untuk mereka.             Orang dewasa boleh tegar, tapi bagaimana dengan anak-anak?.             “Milano, sayang~ jangan nangis, nak. Dokter periksa dulu, nanti biar bisa cepat sembuh dan kamu bisa ketemu mama-papa lagi” Anya berusaha menenangkan anak yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN