Angin pagi itu berhembus mesra. Menyapa Qiara dan Jio yang sedang duduk berdampingan dengan bermandikan jarak di sebuah rooftop. Perempuan berhijab itu mengenakan pakaian setelan operasi serba biru, kerudung senada, serta masker medis. Sedangkan Jio mengenakan pakaian serupa yang dirangkap dengan baju hazmat, tapi tidak lengkap. Hanya ada masker yang menyisakan mata bulatnya. Keduanya membawa sebuah cup yang masing-masing isinya berbeda. Qiara membawa matcha hangat, Jio dengan kopi ice americano yang kterkenal akan cita rasa pahit originalnya. Memulai pagi dengan minuman kesukaan masing-masing sebelum bekerja. Qiara menatap langit biru “Jadi, apa rencana lo? Karena corona, kita jadi nggak pernah ngobrol”. Jio juga menatap gedung-gedung tin

