39. Holding Hands

1510 Kata

            Qiara menopang dagunya dengan kedua tangan. Wajahnya mengyingkap kemurungan “Buat apa ngerayain ultah lo? Udah lewat sebulan juga. Lebih malah. Mana cuma berdua”.             Ia sedang berada di ruang makan kediaman Musa. Interior mewah berwarna biru supernova itu memenuhi pandangannya. Dari meja makan, kursi hingga dinding-dindingnya. Di hadapannya sudah ada beraneka dimsum yang dipesan via pesan antar. Makanan itu terlihat banyak seakan lima sekwan sedang berkumpul dengan formasi lengkap.             “Bawel, lo!” Musa membuka makanan tersebut satu persatu “Makan aja, nanti ada satu orang yang datang”.             “Jangan bilang Tiara” Qiara mencecap minumannya malas jika harus bertemu kembarannya lagi, sebab Musa memang terkenal menyebalkan “Masa tiap hari ketemunya Tiara

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN