Pernikahan itu serupa matematika. Sebuah kepastian. Tuk mencapai niat ibadah itu, banyak kemelut yang menghalangi. Ego membumbung tinggi. Godaan datang dari berbagai arah. Mempertemukan aku, kamu dan dia dalam satu kisah.*** Aisyah memasuki salah satu salon. Ia lantas dipersilakan duduk di depan kaca besar sambil berkutat pada ponsel. Satu napas bertenaga itu terdengar berhembus kencang. Pasrah dan berusaha menerima semua kenyataan yang memang bukan miliknya. Seorang penata rambut datang memakaikan kain pangkas rambut. Lalu ia bertanya "Mau dipotong model apa, Kak?". Aisyah menatap lurus ke arah cermin "Potong pendek segini aja" Ia membuat dua jarinya menyerupai gunting dan mengarahkannya tepat di sekitar leher. "Baik. Untu

