51. Katakan!

1917 Kata

Sore ini nampak begitu cerah. Matahari berpijar cantik diantara hamparan biru angkasa. Betapa senang ia bisa pulang se-sore ini. Momen yang sangat langka. Namun kegirangannya harus memudar saat menemukan kegaduhan di pos IGD. Qiara menghentikan langkah. Termangu menatap para perawat yang mengucapkan salam pada Dokter Harun. Mereka juga sedang berfoto. Siap-siap melepaskan kepergian dokter maha tampan dalam kurun waktu beberapa bulan ke depan. Hati Qiara teriris. Ia belum memulai apapun dalam kisah yang seharusnya direntangkan bersama. Semua ini belum mencapai maksud. Kini, merelakan dan melepaskan adalah jalan yang terbaik. Terkadang ia berpikir, meski Dokter Harun tak lagi berada di rumah sakit, bukankah jodoh selalu datang kembali meski ia jauh? Namun ia menepis pemikiran itu mentah-m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN