Berbalutkan alat pelindung diri lengkap, Jio duduk santai di bibir bangku taman dekat ruang isolasi sembari asyik mengobrol dengan sang ibu nan jauh di kampung halaman serta adik perempuannya yang saat ini sendirian di apartemen. Jio tak hentinya mendecakkan rasa syukur dalam hati. Meski tak bisa bertatap langsung dengan ibu dan adiknya, fitur panggilan video ini bisa melepas rasa rindu. Helaan napas lega begitu pelan melena lega bisa menemukan wajah ceria sang ibu dari layar. Ibu nampak sudah lebih baik dari sebelumnya yang selalu gelisah bilamana lebaran tak bisa bertemu dengan dua buah hatinya. “Oh iya, calon mantuku ndak diajak pidio gambar?” Tanya Ibu begitu polos. Gina tertawa “Video call, buk”. “Yo pokoke kui lah. Bisa

