Sena menjelaskan isi gulungan kertas dengan amat baik dan terperinci, gaya bahasa yang mudah dipahami dan jelas tidak membosankan seperti yang lain hingga menuntaskan salam penutup. "Selesai sudah presentasi kelompok kami hari ini, seperti lo dan dia yang selesai tanpa dimulai, azekk mantap!" Sena memperoleh sorak-sorai dan tawa renyah teman-teman sekelas yang memenuhi ruangan dan berjalan anggun bak Miss Universe. Namun, waktu terasa berhenti ketika Sena menginjak sesuatu yang apabila dilihat adalah kalung yang familer? Ini, kan, liontin yang sama?! Sena berusaha untuk tak memikirkan perihal liontin yang dipungutnya. Ukh, bagaimana ceritanya liontin perak yang satu tempat dengan kotak musik waktu lalu bisa tercecer? Masa' sih, Frasa yang dikenalnya memang seceroboh itu? "Emang, y

