Xander tak menyerah begitu saja, keinginannya untuk menemui anaknya terus membuncah. Xander siang ini kembali ke cafe milik Aquena berharap anaknya ada disana tetapi harapannya pupus karena anaknya maupun Aquena tidak ada disana. Xander melangkahkan kakinya keluar dari cafe dengan lesu, Xander masuk kedalam mobilnya lalu melajukannya menuju kantornya kembali. Memarkirkan mobilnya sembarang, Xander lalu masuk kedalam kantor, sepanjang lobi banyak karyawan yang menyapanya tapi tak ada satupun yang ia balas. Memasuki lift khusus, Xander menekan angka 15 dimana ruangannya berada. Lift terbuka Xander lalu keluar dan melangkahkan kakinya menuju ruangannya. "Siang pak, hari ini Tuan Davin ingin bertemu apakah..." "Batalkan semua pertemuan!" titah Xander pada sekretarisnya "Tapi pak.." "Sa

