SUE “Sue, ini aku. Mary.” Suara itu memang sangat pelan sehingga Sue hampir yakin jika dirinya sedang berhalusinasi. Itu tidak mungkin Mary kan? Untuk meyakinkan pemikirannya, Sue menjauhkan ponsel dan melihat nama Ben di layarnya. Benar. Ia menghubungi nomor Ben dan bukan nomor Mary. Lagipula, sudah beberapa bulan terakhir ini, Mary tidak pernah lagi membalas pesan-pesannya. Nomornya bahkan sulit sekali dihubungi sekarang. “Sue?” bisik suara itu lagi. Suara yang sama. Seorang perempuan. Dan jika Sue ingat, suara itu memang mirip dengan suara Mary. Namun, apa itu mungkin? Bagaimana Ben bisa bersama dengan Mary sekarang? “Di mana Ben?” Jika ada yang bisa menjelaskan semua pertanyaan di kepalanya, Ben lah orangnya. Bukan wanita yang mengaku sebagai Mary itu. Ya Tuhan, apa yang haru

