Mary menjerit ketika Ben roboh tepat di hadapannya. Ia berteriak memanggil nama Ben tetapi pria itu tidak membuka matanya, apalagi menjawab panggilan Mary. Darah segar mengucur dari d**a kanan Ben. Setidaknya, tembakan itu tidak mengenai jantung Ben. Namun, tetap saja Mary tidak bisa tenang sebelum Ben benar-benar baik-baik saja. “Valerie!” Mary bisa mendengar suara khawatir Luca, tetapi ia tidak bisa berpaling dari Ben. Tangannya yang berada di atas luka tembak Ben, untuk mencegah darah mengalir semakin banyak, kini sudah bersimbah darah milik pria itu. “Mohon minggir, Miss, kami petugas kesehatan.” Karena Mary tidak juga beranjak, Luca meraih tubuh Mary dan memaksanya melepas Ben. Mary meronta dan menjerit, tetapi Luca memegangnya dengan erat, tidak membiarkan Mary untuk kembali me

