Jarum jam menunjukkan pukul 1 malam, Tiffany dengan pandangan kosong menatap dinding seolah pasrah dengan kenyataan hidup yang menimpanya kini. Jauh di hadapannya, tampak Miko yang sedang mengasah pisau belatinya. Pisau yang ia tujukan pada dua orang targetnya, Aji dan Dimas. Ayah dan suami Tiffany. "Gue tau arti pandangan Lo ke gue." Tersenyum sinis, pada Tiffany. "Tenang, gue nggak akan membunuh Loe karena itu sama saja gue g****k. Gue akan tetap menjadi pacar Loe bahkan bisa menjadi suami Loe. Loe cantik, mubazir kalo gue lepas begitu saja," ujar Miko lalu membuka pakaiannya yang ternyata ada 3 lapis pakaian membalut tubuhnya. Dengan, suara serak Tiffany bertanya, "kenapa kau melakukannya? Kenapa mendekatiku?" Miko terkekeh, "sumpah sejauh ini Loe gak tahu apa-apa?" Tiffany m
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


