Bab 124

1001 Kata

Lara akhirnya mengantar satu nampan makanan ke meja ruang tamu yang kini diduduki oleh keluarga inti Marinka dan Niko. Kehadirannya nyaris tidak mengusik apa pun; obrolan tetap mengalir hangat, penuh tawa dan antusiasme, seolah ia hanya bayangan yang lewat tanpa arti. Marinka bahkan tidak menyadarinya ketika masih asyik menceritakan keseruan pesta mewah yang baru saja mereka gelar—pesta besar yang gemerlapnya seakan masih tertinggal di sorot matanya. Jantung Lara berdebar tidak beraturan saat ia mulai meletakkan satu per satu mangkuk dari nampan yang dibawanya. Ada rasa tidak nyaman yang menekan dadanya—perasaan diawasi. Ia tidak perlu menoleh untuk tahu dari mana itu datang. Entah bagaimana, ia bisa merasakan tatapan Niko yang terus tertuju padanya, diam-diam, tapi tajam. Dan entah kena

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN