*Happy Reading* Rasanya, Arletta sudah tidak tahu lagi harus menyebut Gina seperti apa? Tidak punya malu, tidak punya hati, atau ... tidak punya otak, mungkin? Maaf kalau Arletta terdengar jahat saat ini. Tetapi ya ... mau gimana lagi? Arletta terlalu gemas dengan kelakuan adik iparnya itu. Gemas yang hampir adi muak malahan. Bagaimana tidak? Di sindir halus, sudah. Di bukakan mata dan telinganya untuk mengetahui perasaan Elkava pun, sudah. Tetapi, bukannya mikir dan mundur. Gina malah terlihat lebih gencar mencari perhatian Elkava. Kan? Gimana Arletta gak gemas, coba? Apa lagi yang harus Arletta lakukan untuk menyadarkan Gina? Ugh ... lama-lama Arletta bikin jiga Gina berhadapan langsung sama Karmilla sekalian! "Ekhem!" Arletta sengaja berdehem kencang, demi menyita fokus dua sejo

