37. Bukan salah Ku

1002 Kata

Sahutan pedas Airra itu mendapat respon tatapan murka Nadira, seolah mengatakan berani beraninya si culun ini mengejek ku tua. "Dasar w************n, apa kau masi memiliki wajah untuk menatap ku setelah apa yang kau lakukan!" "Aku tidak peduli dengan suami ku yang kau rayu, tapi Aku tidak akan membiarkan diri mu mendekati putra kesayangan ku. Kau bagaikan hama busuk yang menempel pada bongkahan emas!" ucap emosi Nadira. Tangan Airra gemetar, bagaimana pun juga jika itu menyangkut soal tragedi masa lalu ia masi memiliki trauma yang mendalam. Dimana dirinya yang merasa telah di buang dari dunia ini, tidak memiliki rumah keluarga bahkan ia harus mendapatkan cacian dari suaminya sendiri dan semua orang yang bahkan tidak mengenalnya. "Sebenarnya apa salah Ku sampai harus mendengar caci

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN