Subuh hari Airra masuk ke dalam kamar putra dan putrinya. Mereka tertidur nyenyak, entah mengapa tumben sekali si kembar tidak terjaga semalam mungkin insting mereka yang tahu bahwa imbu mereka sedang sakit oleh sebab itu mereka tidak boleh mengganggu. "Manisnya.." gumam Airra menggosokkan jari telunjuknya di pipi gembul Vena. Vena merespon dengan senyuman kecil sambil memegang wajahnya yang di sentuh oleh Airra seolah menghapus sentuhan ibunya. "Eh? kamu mau menghapusnya." gemas dengan tingkah laku putrinya, Airra membalas dengan senyuman hangat di hening Vena lalu di hening Vazri. "Mba Airra.." ucap Sarah selepas melihat Airra yang sudah memakai seragam lengkap kerjanya. "Pagi Sarah..." senyum manis Airra. Sarah menatap Airra kesal sekaligus khawatir, "Ini masih subuh, Mba te

