"Katakan Airra kau pasti selama ini tinggal bersama Rikki bukan!" "Anak yang kau maksud itu juga anak mu dengannya!" hakim Arief. Jika dulu mungkin Airra akan merasakan sesak nafas sangking tak kuat hatinya menahan tudingan dari Areif. Mau bagaimana lagi, cobaan berat sudah Airra terima hatinya sudah setebal baja tidak lagi ingin memperdulikan apa yang bukan salahnya. "Sekarang Vazri dan Vena ada di luar, aku harus membuat Mas Arief keluar dari sini." "Tapi bagaimana caranya? saat ini saja ia menikam ku dengan keras." fikir Airra mencoba mencari cara agar bisa membuat Arief pergi. Airra menemukan solusinya ia segera mendorong Arief membuat Arief hampir terjungkir ke belakang. "Terus lah melakukan apa yang tidak ku suka Mas, itu sungguh membantu ku untuk membenci mu. Sekarang ku moho

