25. Pilihan Airra

1265 Kata

Suasana hening melanda di ruangan itu, terasa persaingan begitu ketat antara Arief dan Rikki. Tentunya Airra harus segera mengambil keputusan. Perlahan Airra mengangkat bibirnya. "Pergi dari sini Mas." tutur Airra sambil memalingkan pandangannya ke arah lengan kiri Rikki. Dheg.. tak lagi bisa menatap wajah Airra sedikit lebih lama. Hal yang paling mengenaskan lagi ketika Arief harus menerima ke kalahan. "Mau ke luar sendiri atau ku antar kak?" ujar tegas Rikki dengan tatapan memperingatinya. Sontak Arief menggertakkan giginya, ia harus mau keluar dan merelakan keputusan Airra. "Mas.." panggil Airra sontak menimbulkan percikkan harapan kepada Arief. "Urus perceraian kita dengan cepat, lagi pula itu akan berdampak baik untuk pernikahan mu." seru Airra. Ketika Arief keluar ia menutup p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN