Diva tidak berani menjawab apa-apa. Dia sendiri masih ragu akan perasaanya. Dia benar-benar menyukai Rangga atau merasa nyaman akan kedekatan mereka setelah ia patah hati dari Leo. "Aku harap kamu nggak ngindarin aku lagi. " Sesaat setelah itu Rangga pamit undur diri. Selama bekerja Diva gelisah. Dia butuh teman curhat. Seandainya Nadia tidak sibuk, dia akan menemuinya. Andai saja Stella sudah pulang dari Singapura, ia pasti akan menemuinya dan meminta pencerahan. Dering ponsel menyadarkan Diva dari kediamannya. Ternyata kakak iparnya yang menelepon. "Hallo, Diva. " Sapa Ana dari seberang. "Ya, kak, ada apa? " "Kamu lagi di toko? " "Iya." "Apa kamu sedang sibuk? " "Enggak, kak. Kenapa? " "Eem... Begini. " Ana terdengar ragu. "Kalau kamu nggak sibuk, apa nanti kamu bis

