Mila masuk ke kamarnya, dia trus memandang gelang yang saat ini melingkar manis di tangan kirinya tepat di nadinya sejurus dengan hati dan jantungnya. Mila memegang dadanya yang terasa sakit dan sesak dengan semua kejadian ini, air matanya trus mengalir membasahi pipinya,berusaha kuat di depan semua orang, namun lemah kala dia sendiri di kamar seperti ini. Biar bagaimanapun Ivan adalah orang yang paling berharga untuknya setelah ayah dan ibunya. Mila sendiri tidak yakin jika dia kuat menjalani hari-harinya tanpa Ivan bersamanya. "Van apa aku mampu tanpamu? apa aku sanggup melewati ini? kenapa kisah kita harus begini? apa kamu akan baik-baik saja? apa kamu akan menerima dia? apa kamu akan melupakan ku? apa kita akan bersama? Ivan Putra Angkasa aku sangat mencintaimu" ucap Mila lirih sambi

