"Yah, dihabisin ya makannya! Udah tinggal dikit ini!" Renata mengulurkan sendok berisi makanan pada suaminya yang tengah duduk bersandar pada kepala brangkar. Namun, bukannya menerima, Alvaro justru menolak memakan makan siangnya. Pria itu tak bersuara dan hanya menggeleng dengan wajah datar. Sudah tiga hari Alvaro bersikap seperti itu. Tidak banyak bicara, terus larut dalam pikirannya, serta menolak semua perhatian yang diberikan orang-orang disekitarnya. Dengan dalih ingin sendiri, ia seakan mendorong semua orang menjauh padanya. Alvaro berpikir bahwa ia tengah menjadi beban semua orang dan ia juga tak ingin dikasihani oleh keadaannya yang seperti ini. "Yaudah kalau kamu udah gak mau makan lagi. Aku yang habisin, ya?" Saat Renata hendak menyuapkan makanan kedalam mulutnya sendiri, Al

