"Bun, kali ini aku serius, gak ngeprank!" Alvaro mengisyaratkan pada istrinya untuk mendekat dan dituruti oleh Renata. "Kenapa?" tanya Renata cemas. "Aku gak bisa ngerasain kakiku!" lirih Alvaro. Ia belum ingin memberitahukan apa yang dirasakannya secara gamblang pada orang tuanya. Entah mengapa, meski ia belum mendengar apapun dari dokter yang ditugaskan untuk merawatnya, namun Alvaro memiliki firasat yang kurang baik. Pasalnya, sejak pertama kali sadar tadi ia terus berusaha menggerakkan semua anggota tubuhnya. Hanya saja, bagian pinggang ke bawah sama sekali tak menunjukkan reaksi apapun setiap kali pria itu gerakkan. Ia memang terlihat tenang, namun sebenarnya juga sangat was-was saat ini. Renata menghela napasnya panjang sebelum kemudian meraih ponselnya dari atas nakas. Jemariny

