BAB 40

1745 Kata

"Pp-pa-papa!"  Lirih Danu mendengar putrinya merintih. Ia yang tengah menekan luka di kepala gadis itu sambil menahan tangis pun menatap mata Renata yang sedikit terbuka. Gadis itu bangun meski tak sepenuhnya sadar setelah mengalami shock akibat benturan tadi. Dan hanya Danu yang menyadarinya karena semua orang sedang fokus menghentikan kegilaan Daisy yang terus mengancam akan membunuh Adelia. Air mata pria paruh baya itu luruh mendapati putri sedang bertahan sekuat tenaga. "Aambil-kan obatku di dd-dalam tas!" rintih gadis itu terbata. Danu pun mengangguk sambil mengedarkan pandangannya. Untung saja tas yang dimaksud Renata berada tak jauh dari mereka. Dengan hati-hati pria itu meraih tas kulit berwarna hitam tersebut dan meraih botol kaca berisi desmopressin lengkap dengan jarum suntik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN