Chapter 41

1380 Kata

Bab 39 “Coba Mbak dengarkan baik-baik suara rekaman ini. Sebetulnya suaminya siapa yang main belakang itu? Suami Mbak Mirna atau suamiku?” Aku memutar penggalan suara yang kudapatkan di butik waktu itu. Terdengar jelas jika suara Mas Hamish-lah yang sedang kuputar sekarang. “Iya Mel, nanti aku usahain buat nganter kamu. Tapi sampai gerbang depan saja, ya. Aku kan udah bilang kalau ada meeting pagi.” Suara Mas Hamish terdengar jelas. Suara rekaman yang sudah kupangkas itu masih berlanjut. “Ih, kamu mah selalu gitu, dulu waktu ke sekolahan Cici yang lama, kamu suka mau kalau ada perwakilan orang tua diundang. Kenapa sih di sekolah yang sekarang kamu selalu saja banyak alasan. Aku jadi curiga.” Kali ini suara seorang wanita, tapi bukan Mbak Mirna pastinya. “Udah, sih. Jangan bahas di sin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN