Setelah berdebat panjang lebar dengan suaminya, Annita kembali mendudukan diri. Helaan napas gusarnya makin terdengar dengan kedua bahunya yang melemas. Ia bukannya tidak ingin percaya pada Alfi yang bisa saja melindunginya di kantor menggunakan kekuasannya. Tapi, Annita tidak mau terus-terusan menyulitkan sang suami. Apalagi setelah melihat dan mendengar sendiri bagaimana tanggapan orang-orang tentangnya. Annita tidak ingin sampai menghambat karir Alfi, terlebih sebentar lagi serah-jabatan kembali diadakan. Ia hanya tidak ingin presiden direktur yang lama –– Andreas Aditama–– berubah pikiran. Jadinya, Annita ingin menyetujui saja apa-apa keputusan kakeknya Alfi. Annita pun, beranjak berdiri dengan melangkah kecil menuju anak tangga. Satu-persatu undakan tangga ia naiki dengan raut sen

