Husyan duduk melamun di teras rumah dengan menatap lurus lantai di depannya. Tatapannya menyayu seiring dengan hembusan angin yang seakan menyentuh lembut wajahnya. Pria yang sarungan itu menghela napas panjang dengan perasaan aneh. Setelah mendengar cerita panjang lebar Dean yang ternyata mengetahui soal istrinya yang tidak bunuh diri membuat Husyan lega sekaligus terpukul. Ia meninggalkan Alamea bukan karena membenci istrinya. Ia hanya harus memutuskan pilihan tersulit dalam hidupnya, dipaksa oleh keadaan agar Alamea dan anak tunggal mereka–– Alfi, bisa selamat dari rencana jahat Diana. Husyan merasa kecolongan, harusnya ia bisa terus memperhatikan Alamea. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana takutnya sang istri saat bertemu dengan kedua pembunuh itu. Dan bagaimana gemetarannya Dean y

