BAB 22

1344 Kata

Mihrima menatap kepergian Anis. Ia ingin segera menyampaikan pada Fikri bahwa Anis barusan ada disini. Namun, ia tidak ingin mengganggu konsentrasi Fikri. Ia yakin jika ia memberitahu Fikri, pria itu pasti akan segera meninggalkan acara dan membuat Rhea sedih. Jadi, Mihrima memutuskan untuk menyimpannya dulu. Ia mengusap punggung Kemi dengan pelan. Rhea terlihat begitu bahagia. Mihrima sangat senang. Melihat bagaimana ia tumbuh dengan sempurna. "Mas, aku ke dalam bentar ya? Sepertinya Kemi haus?" Ujar Mihrima pada Fikri. Fikri menganggukkan kepalanya dan kembali berkutat pada Rhea. Mihrima melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah dan segera memasuki kamarnya. Ia duduk bersandar di ranjang dan segera memberikan ASI pada putranya, sambil bersenandung salawat. "Kemi haus ya, Nak? Iya?" ujar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN