Anis tiba dirumah saat jam telah menunjukkan angka 17.30, ia memasuki rumah itu dengan langkah perlahan. Melihat pintu rumah tidak terkunci dan mobil yang ia kenal telah terparkir di pekarangan rumah, ia langsung berpendapat bahwa sang kekasih sudah pulang. Tidak biasanya memang Fikri pulang secepat ini dan membuat Anis bertanya-tanya dalam hati. Anis mencari sosok pria itu di seantero rumah. Namun, yang dicari sama sekali tidak menunjukkan batang hidungnya. Lantas, langsung saja Anis menuju kamar sang kekasih, menduga bahwa Fikri mungkin saja sedang tidur. Anis memegang gagang pintu dengan ragu. Bisa saja pintunya telah dikunci Fikri. Namun, dugaannya salah. Anis melangkah masuk kedalam kamar pria itu. Yang ia dapatkan hanya kondisi kamar yang gelap karena seluruh jendela telah tertutup

