BAB 12

1475 Kata

Pebri tengah asik mengutak-atik ponselnya. Bibirnya tak henti menggerutu. Semua sumpah serapah terus keluar dengan pelan dari bibir tipisnya. Bagaimana tidak? Fikri meminta mereka untuk bertemu jam 12 siang tapi lihatlah! Sekarang sudah jam 2 siang. Sudah dua jam wanita itu menunggu. Orang yang membuat janji tidak kunjung datang. Bahkan dengan tidak sopannya, orang itu tidak membalas semua chat dan telpon dari Pebri. Pebri dari dulu memang tidak akrab dengan Fikri. Selain, pria itu yang menjengkelkan dan tidak menghargai waktu, pria itu sangat plin plan dan tidak pernah memakai otaknya jika ingin melakukan sesuatu. Maka dari itu, Pebri sempat terheran-heran saat ia mengetahui kalau pria itu merupakan salah satu pengusaha sukses di Indonesia. Kringg... Dengan cepat Pebri menoleh ke arah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN