Anis mengernyitkan matanya kala ia merasa silau akan cahaya diatasnya. Matanya terbuka pelan. Sesekali bibirnya meringis. Sekujur tubuh wanita itu rasanya sangat sakit sekali. Bahkan, kepalanya terasa berat. Seperti ditimpa oleh sesuatu. "Aughh...." Erangnya sambil memegang kepalanya yang diperban. Wanita paruh baya yang tertidur sambil menggenggam tangan Anis tersentak bangun. Matanya mengerjap bahagia saat mendapati putrinya akhirnya sadar setelah dua minggu terbaring koma. "Alhamdulillah, Nduk. Kamu udah sadar. Sebentar ibu panggilkan dokter!" Ibu Anis segera keluar untuk memberitahu suster kalau putrinya telah terjaga. Tak lama, suster beserta dokter wanita menyusul Ibu Anis ke kamar inap VIP Anis. Bersamaan dengannya, Fikri yang baru saja datang setelah pulang sebentar untuk berben

