BAB 28

2241 Kata

"Assalammualaikum, Bu." Anis memasuki rumahnya dengan pelan. Terlihat ibunya melangkah tergopoh-gopoh begitu melihat sang putri yang sudah 8 bulan tak ia temui. Ibu Anis langsung membuka pintu dan segera memeluk putri semata wayangnya. "Walaikumsalam, Nduk. Alhamdulillah kamu sudah sampai. Ayo, masuk! Ibu sudah merapikan kamar kamu!" Ujar Ibu Anis sambil menarik tangan putrinya masuk. "Ayo, Fikri. Sini biar ibu bantu bawakan kopernya." Tawar Ibu Anis yang langsung ditolak oleh Fikri. "Aduhh, gak usah, Bu. Biar Fikri saja yang bawa. Bisa, kok," Fikri langsung menyalimi tangan mertuanya itu, "ibu sama Anis saja. Katanya Anis lapar, Bu. Gak sabar makan masakan ibu dia." Ibu Anis menatap putrinya yang tersenyum. "Iya, Bu. Tapi Anis ingin disuapi sama Ibu." Rengek Anis seperti anak kecil. "

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN