Bab 18 Gubrak! Seketika Aurora terduduk tegak. Bola matanya membulat sempurna dan terasa napasnya berhenti sesaat. Aurora kemudian toleh kanan dan kiri tanpa bicara apa pun. "Astaga!" umpatnya dalam desahan berat. "Aku di mana?" Aurora mulai panik. Di saat Aurora menyibakkan selimut, ia cukup lega karena tidak ada yang berbeda. Baju masih melekat tanpa ada yang menghilang. "Kamar siapa ini?" Aurora kembali toleh sana sini. Ia kemudian melompat turun dari atas ranjang dan berjalan tergopoh-gopoh menuju pintu. Namun, di saat sampai di hadapan pintu, Aurora tidak tahu kalau ada orang di luar sana yang hendak membuka pintu. Pintu tersebut terbuka tepat setelah Aurora menoleh usai membenarkan posisi tali piamanya yang merosot. "Aw!" jerit Aurora saat itu juga. Cukup keras benturan itu sa

