Bab 20

958 Kata

Bab 20 Rumah sudah mulai gaduh ketika Beatrice tidak mendapati Aurora di dalam kamar. Beatrice selaku pelayan pribadi, tentu setiap pagi selalu membangunkan Nona mudanya itu. Namun saat masuk ke dalam kamar wanita cantik itu tidak ada. Hanya Arkan yang bisa bersikap tenang di sini. Sementara yang lain sudah mengucapkan kalimat kasar yang macam-macam untuk Aurora. Terutama Jessy. Dia bukannya bersikap tenang malah memperkeruh keadaan dengan menyebut Aurora sebagai biang masalah. Bukan hanya Jessy, Antonio pun juga bersikap sama. Hingga semua mulut terdiam saat Arkan sudah berseru dan membentak mereka semua. "Kalian tidak bisa berpikir kenapa Aurora pergi?" Arkan menatap sang istri dan putranya bergantian. Dia juga sempat melirik menantu barunya itu dengan penuh kebencian. "Memang apa?"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN